Seberapa sering kalian menemukan
game dengan cerita yang begitu dalam sampai anda hampir tidak menyadari bahwa
kalian hanya sedang memainkan sebuah video game? Mungkin tidak begitu sering
dan hanya sebagian video game yang mampu menyuguhkan sensasi seperti ini, dan
salah satunya adalah sebuah video game besutan salah satu developer yang sudah
begitu lama bergelut di industri video game. Ya Naughty Dog, salah satu
developer yang menjadi developer first – party Sony yang terkenal dengan konsol
andalannya, PlayStation. Kali ini naughty dog bisa dikatakan berhasil
menguncang industry video game dengan salah satu judul andalannya, yaitu The Last
Of Us.
Berseting di dunia post-apocalyptic
dimana bukan sebuah perang nuklir ataupun serangan biologi yang mampu merubah
seseorang menjadi mayat hidup yang siap menerkam siapa saja, melainkan berasal
dari sebuah tumbuhan yang bahkan tanpa kita sadari hidup sangat dekat dengan
kita, bahkan bisa dikatakan menjadi salah satu penyelamat umat manusia. Ya,
sebuah jamur. Ya kalian tidak salah baca, memang ada sebuah jamur didunia ini
yang mampu membuat makhluk hidup menjadi layaknya mayat hidup. Bernama biologi
Cordyceps, jamur ini biasa menyerang serangga untuk digunakan sebagai “alat
transportasi” yang akan membawa tumbuhan ini ketempat yang “dia” pikir
strategis untuk melepaskan spora guna untuk berkembang biak. Dalam The Last Of
Us, tumbuhan ini tidak lagi menggunakan serangga, melainkan manusia. Merubah
mereka yang tidak bersalah menjadi mayat hidup dan dengan pertumbuhan yang
begitu cepat, jamur ini berhasil menciptakan dunia nya sendiri.
 |
|
Dalam The Last Of Us kalian akan
memainkan karakter bernama joel, yang diceritakan kehilangan anaknya saat
parasit jamur ini mulai memperlihatkan itikad jahatnya. Sepanjang permainan
kalian akan menemukan banyak karakter penting, salah satunya Ellie, remaja gadis
berumur empat belas tahun yang kelak akan menjadi kunci berhasil atau tidaknya
umat manusia mengalahkan parasit jamur ini. Dan bukan hanya para mayat hidup
saja yang siap memburu kalian, seperti biasanya, dengan dunia yang sedang kacau
balaupun masih saja ada orang – orang yang bertahan hidup dengan cara apapun.
Termasuk membunuh orang – orang yang tak bersalah dan mengambil apapun darinya
yang bisa dimanfaatkan. Disinilah kehebatan Naughty Dog dalam meramu cerita di
The Last Of Us, emosi kalian akan dibuat berubah – ubah sepanjang progress
permainan. Ada saat dimana Joel dan Ellie berada dalam sebuah pertempuran
senjata api yang intens, dan terkadang ada scene dimana mereka menyisipkan
humor yang membuat kalian tersenyum simpul, bahkan ada yang membuat kalian akan
merasa bersalah. Dan tanpa kalian sadari kalian telah masuk terlalu dalam
jurang cerita yang kelam.
Untuk kalian para maniak grafik
realistis, mungkin game ini adalah tempat bermain yang cocok untuk anda. Karena
dengan teknologi lawas sekalipun, Naughty Dog berhasil memaksimalkan konsol
Sony generasi ketiga, PlayStation 3 dengan sangat baik. Dan dengan dirilisnya
PlayStation 4 membuat Naughty Dog kembali dengan peningkatan grafik yang cukup
signifikan dengan rilisnya versi Remastered.
Mekanik gameplay nya sendir bisa
dikatakan campuran antara action, stealth, dan surviving yang cukup mudah
dikuasai. Serta para mayat hidup disini
mempunyai 3 jenis, yakni runner, clicker, dan bloater. Dan ditambah lagi dengan
musuh para “manusia” yang akan menghalalkan segala cara untuk memburu Joel dan
Ellie. Dengan sumber daya yang sangat terbatas, disinilah kalian diminta untuk
lebih mengeksplorasi mekanik gameplay yang anda. Kalian bisa mengalahkan runner
dengan serangan meele tapi tidak dengan clicker dan bloater. Menyerang dengan
menembakan semua peluru yang ada hanya untuk membunuh satu bloater? Bersiaplah
untuk cutscene kematian Joel dan Ellie yang brutal.

Satu yang pasti, untuk kalian yang
tidak sempat mencicipi seri ini di PlayStation 3 dulu, kalian harus mencoba nya
di PlayStation 4. Bukan saja soal grafik yang wah, tetapi sisi cerita yang
mampu memainkan emosi anda, alur cerita yang sulit ditebak, dan ending yang
bisa dibilang akan membuat emosi kalin campur aduk. Well, buat saya yang baru
bisa mencoba game ini sejak 3 tahun dirilis, penantian saya terbayarkan dengan
cerita yang sangat menarik serta grafik yang sangat memanjakan mata. Well done
Naughty Dog, well done…