Untuk saya yang terlambat 3 tahun mencicipi PlayStation 4,
mungkin agak norak melihat ekspresi saya yang berlebihan saat melihat jajaran
game dengan grafik yang wah dan dengan fps tinggi yang stabil. Salah satu judul
yang menurut saya masuk dalam jajaran game terbaik khususnya di konsol
PlayStation adalah seri God Of War. Bercerita tentang Kratos, seorang kesatria Spartan yang gagah berani
serta sadis ini namun sangat sayang dengan keluarga kecilnya ini mampu membuat
penjualan konsol PlayStation 3 dan 4 melejit. Pertama kali di rilis untuk
konsol PlayStation 2, God Of War mampu menunjukan tajinya. Bukan hanya grafik
yang memukau, namun juga sisi cerita yang berkelas dan juga gaya kamera cinematic
yang mampu memanjakan mata. Setelah aksi Kratos berakhir di PlayStation 3, kini
ia kembali ke medan pertempuran dengan definisi tinggi di PlayStation 4.
Sedikit refresh tentang seri God Of War, disini kalian akan
memainkan Kratos, seorang kesatria Spartan yang haus akan pertempuran. Di salah
satu pertempuran nya melawan pasukan Barbarian, diceritakan bahwa Kratos
“hampir” kalah. Disaat pemimpin pasukan Barbarian akan mengeksekusi Kratos,
disaat itulah dia menawarkan jiwanya kepada Ares, Sang dewa perang. Ares dengan
senang hati membantu Kratos, dan dia memberikan salah satu senjata perang
terkuat yaitu “Blade Of Chaos”. Singkat cerita disalah satu pertempuran lagi,
Kratos di jebak oleh Ares untuk memusnahkan kampung halamannya sendiri serta
membunuh keluarganya. Kratos yang sudah terlanjur melakukan pekerjaan kotor
Ares, kemudian menuntut balas dendam dan dengan bantuan dari dewa – dewa yang
lain akhirnya Kratos berhasil membunuh Ares dan menjadi Sang God Of War yang
selanjutnya.
Berlanjut ke God Of War seri kedua, Kratos yang sudah menjadi
dewa perang, walaupun dijauhi oleh dewa lainnya karena caranya yang terlalu
brutal. Dan disaat pertempuran di kota Rhodes, pasukan Spartan yang terdesak
meminta bantuan Kratos dan Kratos pun langsung turun ke kota Rhodes walaupun
sempat di cegah oleh Athena. Disaat sedang bertempur dengan pasukan Spartan,
tiba – tiba dating seekor burung elang yang kemudian menyerap kekuatan Kratos
dan membuat patung Colossus of Rhodes hidup dan diberi perintah untuk membunuh
Kratos. Tidak disangka ternyata Zeus menawarkan sebuah senjata yang dapat
membunuh patung tersebut, tetapi Kratos harus mengorbankan sisa kekuatan dewa
yang masih dia miliki. Kratos yang dalam keadaan terdesak kemudian memutuskan
untuk mengambil senjata tersebut dan berhasil mengalahkan Colossus of Rhodes. Dengan
luka parah yang didapat dalam pertarungannya melawan Colossus of Rhodes, sang
elang kemudian menunjukan dirinya yang asli dan ternyata itu adalah Zeus.
Kratos yang marah kemudian mencoba melawan Zeus dengan kondisi yang sekarat.
Zeus kemudian menawarkan kesempatan terakhir kepada Kratos untuk mengubah
sifatnya dan setia kepada dewa-dewa lainnya. Tentu saja tawaran tersebut
ditolak mentah-mentah oleh Kratos. Akhirnya Zeus yang sudah muak dengan sikap
Kratos yang arogan memutuskan untuk membunuh Kratos. Dan tak disangka kemudian
Gaia, sang Titan, ibu dari Bumi, memutuskan untuk menghidupkan kembali Kratos
dengan tujuan untuk membantu melepaskan para Titan dan membalas dendan kepada
para dewa Olympus. Singkat cerita, dengan petunjuk dari Gaia, Kratos berhasil
mengalahkan The Sister of Fate, sang penjaga cermin yang dapat kembali ke masa
lalu. Kemudian Kratos menggunakan cermin tersebut dan kembali ke saat Zeus akan
membunuhnya dan berhasil mencegah kematiannya sendiri. Game pun selesai dan berlanjut
ke seri ketiga.
Dan God of War pun berlanjut ke seri ketiga dimana kini
Kratos dengan bantuan para Titan dan juga arwah dari Athena merengsek naik ke
gunung Olympus, tempat tinggal para Dewa. Zeus yang sudah bersiap untuk
kemungkinan terburuk, meminta bantuan kepada saudara-saudaranya yakni,
Poseidon, Hades, Hermes serta Helios. Dan juga “saudara” Kratos sendiri yakni
Hercules. Dan bisa kita tebak, Kratos yang sudah dipenuhi amarah akan balas
dendam berhasil menumbangkan para dewa-dewa tersebut dan mengambil kekuatan
mereka dan menggunakannya untuk menghadapi Zeus, “ayahnya” sendiri.
Dan seperti yang kita tahu seri ketiga God of War ini pertama
kali dirilis untuk konsol PlayStation 3. Dengan teknologi saat itu, Santa
Monica Studio dapat memaksimalkan hardware dari konsol lawas tersebut dengan
sangat baik, terlihat dari detail karakter sampai efek partikel yang sangat
menawan. Kemudian disaat konsol PlayStation 4 rilis yang tentunya dengan
spesifikasi hardware baru yang lebih powerfull, menurut saya sendiri adalah
keputusan yang tepat bagi Santa Monica Studio untuk merilis versi Remastered
dari game ini. Dengan hardware yang lebih powerfull kini God of War 3 tampil
sangat menawan dengan definisi tinggi 1080p dan framerate 60 fps. Aksi merobek
perut lawan sampai aksi memutilasi anggota tubuh lawan kini terlihat lebih
brutal dengan efek darah yang memercik kemana-mana saat Kratos mulai menusukkan
Blade of Exile nya ketubuh lawan. Untuk kalian yang terlambat mencicipi seri
ketiga God of War ini, sebaiknya kalian mencoba versi remastered ini. Selain
tampil lebih brutal, framerate yang lebih stabil akan membuat aksi balas dendam
Kratos akan terasa lebih optimal. Prepare for your death Zeus !!!